Di suatu ruangan dg cahaya yg terbatas. Pergelangan tangan sang maling itu di ikat di bawah punggungnya.. sementara ia duduk di kursi yg telah di sediakan.
Dan dari mulutnya berceceran darah..sehingga pakaiannya pun kotor dg darah.
"Seharusnya tak ada yg main hakim sendiri"kata pemimpin desa dg tegas.
Massa yg membawa maling ini jadi menunduk semua.
Tiba tiba seseorang mendobrak pintu ruangan ini dari luar.
Alhasil pintu dapat di buka.
"Gebrakkk"suara pintu terbuka dg keras.
"Sony...!!!"seorang pemuda yg sebaya muncul dari cahaya balik pintu.
Semua jadi terdiam.
Pemuda itu segera berlari menolong sony.
"Kak budy? kenapa kau di sini?"sony decak kaget melihat kakak kandungnya melepaskan tali pengikat tangan sony.
"Kau seharusnya yg tak ada di sini?"budy mengamuk.
"Bayimu meninggal"tambah budy dlm kesedihan yg semakin dalam.
Sony terkejut.matanya melotot.
"Apa?kau pasti berbohong?!!"
massa dan sang kepala desa ikut terkejut. Begitu pula para 3 sekawan(bafam,dindin,ticka).
Urusan ini di anggap selesai. Dan memang benar,sony kehilangan anaknya satu satunya.
___
Kini 3 sekawan menghadap kepala desa.
"Perkenalkan namaku Lee. Apa kalian sudah mengenalku sejak lama?" kata pak kepala desa.
"Ya kami sudah tahu."ujar ticka.
"terpilih sebagai kepala desa sekitar 3 tahun yg lalu."tambah bafam.
"Lebih tepatnya ketika aku masih berumur 12 tahun...kalau tidak salah..hehe???..." ujar didin.
"Oiya aku baru ingat haha kalau tidak salah waktu itu kau masih bocah ingusan."dengus bafam membayangkan masa kecil didin yg masih mengalir ingus ketika berjalan kemana pun juga.
"Hahahahaha"bafam jadi tertawa sendiri.
BOOFFT...
"Apa kau bilaaaang...!!!"didin menghajar bafam hingga ruangan itu pecah keheningannya.
"Sudah sudah... jangan bertengkar...hadeeeehhh..."ticka mencoba melerai.
__
"BRRAAAaAAaKKK....!!!"
Telapak tangan yg keras dan lengan yg berbidang tiba tiba menggebrak meja dg keras.
Alhasil,bafam dan didin bungkam dengan tidak etisnya serta muka menjadi pucat dg tidak elitnya.
"Tragis"pikir ticka.
Hehe
ticka bicara pada Pak Lee.
".maafkan teman teman saya..saya yakin mereka mmm takkan mengulanginya.yaa kan ceman cemaaaan?"
"Yaaaa..!!"jawab datar bafam dan didin serempak.
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar