Didin tengah terduduk di ranjang. ditangannya terdapat buku saku yg terbuka.
seketika wajahnya berpaling dari buku itu.ia segera menutupnya kemudian menyimpannya di meja tulisnya.
teringat ketika sedang rapat tadi sore.
:flashback:
didin menatap tetua 7 dan 8 dengan serius.
"Pak Sony dan Pak Budy"pikir Didin.
"kenapa mereka berdua begitu di segani di desa ini..sehingga bisa di undang ke rapat ini."rintih didin.
tetua 7 yg bernama Sony mulai bicara.
"jadi kesimpulannya saya rasa belum kita dapat saudara saudara. aku rasa kita harus hidup dahulu ke depan dan kita lihat saja nanti bagaimana perkembangannya."kata Pak Sony (tetua 7)
"saya setuju. saya juga berpikir ini sangat tidak penting. jadi saya tidak mau susah susah mengurus ini. dan saya pikir ini hanya urusan pribadi bafam. kau pasti punya rencana kan,bafam?"tanya tetua 8 bernama Budy.
"hmm.."
flashback berakhir. scene kembali ke tempat didin duduk di ranjang.
"hufft" melewati jendela..ia menatap langit malam.
ingatan didin melayang.
usia ku 33 tahun.
itu sudah lama.
waktu itu ketika usia 15 tahun.
dari tempat gelap terdengar suara jejak kaki yg sedang berlari.
"crk crk crk crk crk crk crk...." begitulah secara berulang cepat.
di sisi lain terdapat 3 anak remaja yg beejalan santai.
"berhenti...!! kalian dengar sesuatu??" kata anak berrambut pirang (kuning) tidak lain dia adalah bafam.
"tidak ada apa apa" jawab remaja berambut biru yg tidak lain adalah didin.
"aku mendengar seseorang yg berlari"jawab seorang remaja wanita berrambut jingga yg terurai panjang.
"yg benar saja!!! hufft" dengus didin.
"semakin keras suaranya...!!!"kata bafam.
"berarti semakin dekat..iya kan ticka??"
"betul!!" jawab ticka si rambut jingga.
tiba tiba seorang lari melintas di depan 3 anak ini...
?????
tiga anak ini bengong.
di susul gerombolan masa yg mengejar orang itu..
MALIIIIIIIING,,,!!!!!
maling larinya kmana dek??
"kesana??" jawab ticka menunjuk jalan yg di lewati orang yg berlari tadi.
massa pun kmbali berlari.
suasana kembali sepi.
.....
"Bafam! Didin! ikut aku!!" ticka berlari menuju arah berlawanan dari massa itu.
"kita mau kmana??"tanya bafam.
"JANGAN CEREWET"dengus ticka.
-----
3 anak ini berhenti di suatu jln yg sepi..
"disini tempatnya."
"AHAAAAAA..sekarang aku tau maksud mu tick.."
siapkan tali..!!!
"aku prediksikan maling itu akan melewati jalan ini.
----
di sisi lain.. sang maling.. berusaha berlari sekuat tenaga. sementara massa tak jauh di belakangnya.
"aku..."
teringat ketika ia menemui istrinya.
"maafin aku..
aku tak bisa menafkahimu dg baik."
sang istri yg menangis itu hanya menolehkan seorang bayi demam yg ia gendong.
"oh anakku..."
"maafin ayah....!! mungkin dg cara mencuri akan bisa membuatmu sembuh..."
seketika kaki maling itu terkait tali.
"berhasil....!!"
"GEDUBRAKKKK..."maling itu terjerat dan jatuh keras ketanah.
alhasil massa mengkroyok maling itu. hingga babak belur.
"anakku...maafin ayah..."rintihan hati maling itu.
3 remaja ini yg awalnya bersembunyi di balik semak semak. kemudian keluar dari semak semak.
"terima kasih...kalian anak anak yg hebat."kata salah satu orang yg tadi mengejar maling itu.
maling itu menatap tajam ke 3 remaja itu.
3 remaja itu pun menatap mata maling itu.
"nama ku Sony..aku akan membun...."
kata kata maling itu terputus karena muntah darah.
3 remaja itu jadi ngeri.
bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar