Kamis, 04 Juli 2013

LEE (PART 7) TICKA

Seorang wanita yg di duga seorang sekertaris pribadi Pak. Lee memberikan selembar kertas.

Pak Lee pun membaca isi kertas itu dalam hati.

Sementara 3 sekawan terdiam memperhatikan tingkah Pak Lee.

---

"Ehemmm.. jadi begitu ya..!!"hanya itu kata kata yg keluar dari mulut Pak Lee usai membaca kertas itu.

3Remaja itu jadi penasaran.

Pak Lee menatap mereka satu persatu.

"Kenapa kau menatap kami dg tatapan seperti itu?"tanya bafam heran.

"Ssstttt....diam!"bisik didin.

"Aku melihat ada yg unik dari Ticka. Setelah ku baca..akhirnya ku tau bahwa kau gadis yg tak bisa bicara bohong... bagus sekali.. aku kira kalian di pertemukan utk saling jujur satu sama lain. Hmmm... aku kagum."kata Pak Lee menatap Ticka dg tatapan manis.

Bafam dan Didin trdiam.

"Apa benar begitu?"hati bafam bertanya tanya.

"Ibuku yg selalu menasihatiku.. dia juga tak pernah bohong kepada siapapun.. Meskipun berkata dg tidak srmestinya dan situasi yg buruk..tetap di ucapkan dengan jujur.. ibuku bilang..inilah cara agar aku cepat dewasa."ujar Ticka dg santainya.

"Kau hebat tickaaaaa"bafam memberi dua jempol.
___
Sorenya.di taman... Didin dan bafam penasaran dg Ticka.

"Kita buktikan kejujuran Ticka." didin dg semangatnya.
"Yeaah'"Bafam tak kalah semangat.

Wajah bafam menyeringai.. Wajah Didin jg menyeringai.

Sedangkan Ticka tidak jauh dari mereka,sedang memetik bunga  yg sudah layu..

Terlihat bafam dan didin menyusun rencana.

"Taukah kau Ticka itu suka banget pudding.. Dia kalau di ajak ke toko pudding oh dia suka borong pudding semuuuuaaaanya.."bafam blak blakan.

"Iya tau.."jawab didin datar.

Bafam dgm cepat menaruh sebuah pudding mini di tas Ticka.

Ticka datang membawa beberapa tangkai bunga(layu)

"ini utk mu."Ticka mengasongkan bunga (layu) ke bafam.

Bafam terkejut bahagia.

"Huahahahahahahaaaa.."didin tertawa terbahak bahak..

"Kenapa kau ketawa Din?"tanya bafam heran.

"Kamu emang cocooook banget sama bunga yg layu.."ujar Didin.

Ticka hanya tersenyum.

Bafam menerima bunga (layu)nya.

"Terima kasih"

"Tick,pinjam buku Englishnya dong"Didin melancarkan rencananya.

"O iya bentar" Ticka membuka tasnya. Namun sebelum menemukan buku itu,ia menemukan sesuatu yg indah.. Ia menelan ludah..oh keringnya mulutku ini..ohhhh ini pudding pasti mmmmmm enak sangaaaaaat..tak tahaaaaan. .huaaaaaaaaaaaa...Lezaaaatttnyaaa kalau di makaaaan..

Didin menyeringai lagi..tapi bafam tak merespon..ia fokus pada bunga layu ditangannya..

"Apa maksud bunga ini"
+__+

"Didin.."panggil Ticka.
"Ya.."jawab Didin.

"Pudding ini punya siapa sih?? kok ada di tas ku..??"tanya Ticka.

"Hah?pudding? bukannya kau sendiri yg paling suka pudding diantara kita."ujar Didin.

"Hmm..tapi ini bukan punya ku..Ini utk kalian saja."Ticka memberikan pudding itu ke Didin.

Sementara bafam masih fokus pada bunganya.

"Ternyata dia jujur"ucap didin dalam hati.

"INI BUKU ENGLISHNYA"TICKA MENARUH BUKU ITU DI DEKAT TEMPAT DUDUK DIDIN YG SEDANG MAKAN PUDDING.

BERSAMBUNG...,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar