Sabtu, 13 Juli 2013

LEE (part 9) Keluarga baru

Pak Lee dan Bafam tiba di depan pintu kamar.
"ini kamar utkmu,Bafam! Kuharap kau bisa menganggap rumah ini seperti rumahmu."ucap Pak Lee membuka pintu kamar tidur itu.

Bafam masih tak percaya.

"mengapa kau baik padaku?"tanya nya pelan.

"Hmm.. Utk kebencian,mungkin memiliki beribu alasan,"

"tapi"

"Utk kebaikan,aku tidak memiliki alasan."

"mungkin aku perhatian"
Jawabnya.

"ayo masuklah, jangan sungkan sungkan." pak Lee membawa Bafam ke kamar itu.

Seketika Pak kepala desa itu melihat jam tangannya.

"aku harus pergi,, jaga baik baik ya!"Pak Lee pergi terburu buru.
---
Mata bafam mulai menggerayangi tiap sudut ruangan.

Saat itu pula ia menemukan sebuah bingkai foto di meja.

"hmm..pasti foto anaknya."

Terlihat jelas foto seorang gadis sipit berambut hitam pendek dan lurus.
---
Bafam mulai menjelajahi rumah Pak Lee.

Di sebuah ruang makan.

"hai kau bafam ya?"tanya seorang wanita,kalau dilihat sepertinya sedang mengandung anaknya.

"iya, ibu itu istrinya Pak Lee ya??"tanya bafam balik.

"iya,umur mu berapa?"

"15 tahun"

"oh...kami tidak mau sekolah mu putus,maka dari itu kami mengajak kau tinggal dirumah ini."ucap wanita itu.

"namaku Hana.. tapi kau panggil aku ibu saja!"

bafam bengong

"a~a~apa aku tidak salah dengar.."
bafam segera menvium tangan Hana.

"Terima kasih Bu."

"karena ayah dan ibu mu juga baik padaku..aku juga turut bersedih kehilangan mereka."ucap Hana.

angin bertiup menggoyangkan bunga bunga di jendela.

Dari jendela itu pula,Ticka dan Didin melihat Bafam dari kejauhan.

Didin dan Ticka tersenyum.
"aku senang bila akhirnya kesedihannya hilang..aku bahagia jika dia selalu bahagia. aku ingin selalu bersamanya"ucap Ticka.

"aku mengerti. hmm... aku mendukung kalian.. "ucap didin seraya tersenyum.
---
suatu hari didin dan ticka berada di kamar bafam bersama bafam.

"aku mau ke toilet!!! di mana ya??"rengek Didin.

"di sana"ucap Bafam menujuk arah ke kiri dari kamarnya.

didin segera lari tunggang langgang ke toilet.

saat keluar dari toilet.
"uh lega nyaaaaaa" (-v- )

Didin tak menyadari telah melewati kamar Bafam.

terdengar suara wanita menangis dari kamar lain.

Didin baru menyadari kalau telah melewati kamar Bafam.

bulu kuduk merinding...langian tempatnya sedikit gelap juga.

dari rambut sampai ujung kaki.

"Huaaaaaaaaaaa..... kabooooooorrr...!!!"
---
tiba di kamar bafam dan

"Jebreddd..."langsung menutup pintu dg keras.

"JEPRETTTT...!!!"Ticka memotret wajah parno Didin.

"apa-apaan ini."kata didin risih bercampur shock.

"hahahahahahahaaaahaha....""
Bafam dan Ticka menertawakan Didin.

"kenapa Din?"tanya bafam.

"hmmm..."Didin tarik nafas.

mencoba menenangkan hatinya terlebih dahulu.

angin menghembus,menggoyangkan bunga indah di jendela.

Bersambung...

Selasa, 09 Juli 2013

LEE (part 8) kebakaran

Pak Lee meneruskan membaca tulisan yg ada di kertas..
"Bafam!!"

bafam mengangkat kepalanya.

"Anak yg biasa saja seperti pada umumnya.  Tak memiliki sesuatu yg menonjol pada dirinya"kata Pak Lee sambil membaca kertas.

"Hihihihi"Didin cekikikan menertawakan bafam..bafam jadi risih.

"Didin"

"ternyata anak dari  Yoshia. Hmmm...ayah mu itu mencalonkan diri menjadi kepala desa utk menggantikan posisiku."ucap Pak Lee.

"Hah? masa? ayah ku tak pernah cerita kepadaku.hufft"gumam Didin.
---
Suatu malam..Didin tengah berjalan santai bersama ayahnya,Yoshia.

"Apa kau tak suka ayah jadi kepala desa?"tanya Yoshia.

"Bukan begitu..hufft..hmmm..  kenapa tak bilang bilang padaku.?"tanya didin.

"Tadinya ayah akan membuat kejutan utk mu dan ibumu,bahwa aku dan keluarga ku ada lah keluarga yg menguasai desa ini."jawab Yosia merenggangkan tangan.

Didin agak risih dengan sikap ayahnya ini.

"Penguasa?"

baru di sadari terdapat kepulan asap kebakaran.. didin dan ayahnya segera berlari menuju sumber asap itu.

"Oh tidakk!!!"

rumah bafam kebakaran.
Dengan menangis histeris,bafam mencoba ingin menerobos api..ingin memasuki rumahnya yg terbakar.

Namun warga menahannya agar tidak nekat menerobos api.

"Ibu ku di dalaaaam...ayah ku jugaaaa...."rengek histeris bafam.

Didin menoleh ke suatu semak semak yg bergoyang-goyang.

"aneh"pikir didin .
---
"Sebaiknya ,kau tinggal dirumahku..anak malang.."seorang memberikan tangannya.
Isak tangis bafam pun reda..begitu pula apinya pun reda.

Bafam pun meraih tangan tadi.

"Terima kasih."

yg membawa bafam tidak lain adalah Pak Lee..sang kepala desa.

Bersambung...

Kamis, 04 Juli 2013

LEE (PART 7) TICKA

Seorang wanita yg di duga seorang sekertaris pribadi Pak. Lee memberikan selembar kertas.

Pak Lee pun membaca isi kertas itu dalam hati.

Sementara 3 sekawan terdiam memperhatikan tingkah Pak Lee.

---

"Ehemmm.. jadi begitu ya..!!"hanya itu kata kata yg keluar dari mulut Pak Lee usai membaca kertas itu.

3Remaja itu jadi penasaran.

Pak Lee menatap mereka satu persatu.

"Kenapa kau menatap kami dg tatapan seperti itu?"tanya bafam heran.

"Ssstttt....diam!"bisik didin.

"Aku melihat ada yg unik dari Ticka. Setelah ku baca..akhirnya ku tau bahwa kau gadis yg tak bisa bicara bohong... bagus sekali.. aku kira kalian di pertemukan utk saling jujur satu sama lain. Hmmm... aku kagum."kata Pak Lee menatap Ticka dg tatapan manis.

Bafam dan Didin trdiam.

"Apa benar begitu?"hati bafam bertanya tanya.

"Ibuku yg selalu menasihatiku.. dia juga tak pernah bohong kepada siapapun.. Meskipun berkata dg tidak srmestinya dan situasi yg buruk..tetap di ucapkan dengan jujur.. ibuku bilang..inilah cara agar aku cepat dewasa."ujar Ticka dg santainya.

"Kau hebat tickaaaaa"bafam memberi dua jempol.
___
Sorenya.di taman... Didin dan bafam penasaran dg Ticka.

"Kita buktikan kejujuran Ticka." didin dg semangatnya.
"Yeaah'"Bafam tak kalah semangat.

Wajah bafam menyeringai.. Wajah Didin jg menyeringai.

Sedangkan Ticka tidak jauh dari mereka,sedang memetik bunga  yg sudah layu..

Terlihat bafam dan didin menyusun rencana.

"Taukah kau Ticka itu suka banget pudding.. Dia kalau di ajak ke toko pudding oh dia suka borong pudding semuuuuaaaanya.."bafam blak blakan.

"Iya tau.."jawab didin datar.

Bafam dgm cepat menaruh sebuah pudding mini di tas Ticka.

Ticka datang membawa beberapa tangkai bunga(layu)

"ini utk mu."Ticka mengasongkan bunga (layu) ke bafam.

Bafam terkejut bahagia.

"Huahahahahahahaaaa.."didin tertawa terbahak bahak..

"Kenapa kau ketawa Din?"tanya bafam heran.

"Kamu emang cocooook banget sama bunga yg layu.."ujar Didin.

Ticka hanya tersenyum.

Bafam menerima bunga (layu)nya.

"Terima kasih"

"Tick,pinjam buku Englishnya dong"Didin melancarkan rencananya.

"O iya bentar" Ticka membuka tasnya. Namun sebelum menemukan buku itu,ia menemukan sesuatu yg indah.. Ia menelan ludah..oh keringnya mulutku ini..ohhhh ini pudding pasti mmmmmm enak sangaaaaaat..tak tahaaaaan. .huaaaaaaaaaaaa...Lezaaaatttnyaaa kalau di makaaaan..

Didin menyeringai lagi..tapi bafam tak merespon..ia fokus pada bunga layu ditangannya..

"Apa maksud bunga ini"
+__+

"Didin.."panggil Ticka.
"Ya.."jawab Didin.

"Pudding ini punya siapa sih?? kok ada di tas ku..??"tanya Ticka.

"Hah?pudding? bukannya kau sendiri yg paling suka pudding diantara kita."ujar Didin.

"Hmm..tapi ini bukan punya ku..Ini utk kalian saja."Ticka memberikan pudding itu ke Didin.

Sementara bafam masih fokus pada bunganya.

"Ternyata dia jujur"ucap didin dalam hati.

"INI BUKU ENGLISHNYA"TICKA MENARUH BUKU ITU DI DEKAT TEMPAT DUDUK DIDIN YG SEDANG MAKAN PUDDING.

BERSAMBUNG...,

Rabu, 03 Juli 2013

LEE (part 6) Menghadap Pak Kepala Desa

Di suatu ruangan dg cahaya yg terbatas. Pergelangan tangan sang maling itu di ikat di bawah punggungnya.. sementara ia duduk di kursi yg telah di sediakan.

Dan dari mulutnya berceceran darah..sehingga pakaiannya pun kotor dg darah.

"Seharusnya tak ada yg main hakim sendiri"kata pemimpin desa dg tegas.

Massa yg membawa maling ini jadi menunduk semua.

Tiba tiba seseorang mendobrak pintu ruangan ini dari luar.
Alhasil pintu dapat di buka.
"Gebrakkk"suara pintu terbuka dg keras.

"Sony...!!!"seorang pemuda yg sebaya muncul dari cahaya balik pintu.

Semua jadi terdiam.

Pemuda itu segera berlari menolong sony.

"Kak budy? kenapa kau di sini?"sony decak kaget melihat kakak kandungnya melepaskan tali pengikat tangan sony.

"Kau seharusnya yg tak ada di sini?"budy mengamuk.

"Bayimu meninggal"tambah budy dlm kesedihan yg semakin dalam.

Sony terkejut.matanya melotot.

"Apa?kau pasti berbohong?!!"

massa dan sang kepala desa ikut terkejut. Begitu pula para 3 sekawan(bafam,dindin,ticka).

Urusan ini di anggap selesai. Dan memang benar,sony kehilangan anaknya satu satunya.

___
Kini 3 sekawan menghadap kepala desa.

"Perkenalkan namaku Lee. Apa kalian sudah mengenalku sejak lama?" kata pak kepala desa.

"Ya kami sudah tahu."ujar ticka.
"terpilih sebagai kepala desa sekitar 3 tahun yg lalu."tambah bafam.

"Lebih tepatnya ketika aku masih berumur 12 tahun...kalau tidak salah..hehe???..." ujar didin.

"Oiya aku baru ingat haha kalau tidak salah waktu itu kau masih bocah ingusan."dengus bafam membayangkan masa kecil didin yg masih mengalir ingus ketika berjalan kemana pun juga.

"Hahahahaha"bafam jadi tertawa sendiri.

BOOFFT...

"Apa kau bilaaaang...!!!"didin menghajar bafam hingga ruangan itu pecah keheningannya.

"Sudah sudah... jangan bertengkar...hadeeeehhh..."ticka mencoba melerai.
__
"BRRAAAaAAaKKK....!!!"
Telapak tangan yg keras dan lengan yg berbidang tiba tiba menggebrak meja dg keras.

Alhasil,bafam dan didin bungkam dengan tidak etisnya serta muka menjadi pucat dg tidak elitnya.

"Tragis"pikir ticka.

Hehe
ticka bicara pada Pak Lee.
".maafkan teman teman saya..saya yakin mereka mmm takkan mengulanginya.yaa kan ceman cemaaaan?"

"Yaaaa..!!"jawab datar bafam dan didin serempak.

Bersambung...

Selasa, 02 Juli 2013

LEE (part 5) menjerat maling

Didin tengah terduduk di ranjang. ditangannya terdapat buku saku yg terbuka.

seketika wajahnya berpaling dari buku itu.ia segera menutupnya kemudian menyimpannya di meja tulisnya.

teringat ketika sedang rapat tadi sore.

:flashback:

didin menatap tetua 7 dan 8 dengan serius.

"Pak Sony dan Pak Budy"pikir Didin.
"kenapa mereka berdua begitu di segani di desa ini..sehingga bisa di undang ke rapat ini."rintih didin.

tetua 7 yg bernama Sony mulai bicara.

"jadi kesimpulannya saya rasa belum kita dapat saudara saudara. aku rasa kita harus hidup dahulu ke depan dan kita lihat saja nanti bagaimana perkembangannya."kata Pak Sony (tetua 7)

"saya setuju. saya juga berpikir ini sangat tidak penting. jadi saya tidak mau susah susah mengurus ini. dan saya pikir ini hanya urusan pribadi bafam. kau pasti punya rencana kan,bafam?"tanya tetua 8 bernama Budy.

"hmm.."

flashback berakhir. scene kembali ke tempat didin duduk di ranjang.

"hufft" melewati jendela..ia menatap langit malam.

ingatan didin melayang.

usia ku 33 tahun.

itu sudah lama.

waktu itu ketika usia 15 tahun.

dari tempat gelap terdengar suara jejak kaki yg sedang berlari.

"crk crk crk crk crk crk crk...." begitulah secara berulang cepat.

di sisi lain terdapat 3 anak remaja yg beejalan santai.

"berhenti...!! kalian dengar sesuatu??" kata anak berrambut pirang (kuning) tidak lain dia adalah bafam.

"tidak ada apa apa" jawab remaja berambut biru yg tidak lain adalah didin.

"aku mendengar seseorang yg berlari"jawab seorang remaja wanita berrambut jingga yg terurai panjang.

"yg benar saja!!! hufft" dengus didin.

"semakin keras suaranya...!!!"kata bafam.

"berarti semakin dekat..iya kan ticka??"

"betul!!" jawab ticka si rambut jingga.

tiba tiba seorang lari melintas di depan 3 anak ini...

?????

tiga anak ini bengong.

di susul gerombolan masa yg mengejar orang itu..

MALIIIIIIIING,,,!!!!!

maling larinya kmana dek??

"kesana??" jawab ticka menunjuk jalan yg di lewati orang yg berlari tadi.

massa pun kmbali berlari.

suasana kembali sepi.

.....

"Bafam! Didin!  ikut aku!!" ticka berlari menuju arah berlawanan dari massa itu.

"kita mau kmana??"tanya bafam.

"JANGAN CEREWET"dengus ticka.
-----
3 anak ini berhenti di suatu jln yg sepi..

"disini tempatnya."

"AHAAAAAA..sekarang aku tau maksud mu tick.."

siapkan tali..!!!

"aku prediksikan maling itu akan melewati jalan ini.

----

di sisi lain.. sang maling.. berusaha berlari sekuat tenaga. sementara massa tak jauh di belakangnya.

"aku..."

teringat ketika ia menemui istrinya.

"maafin aku..
aku tak bisa menafkahimu dg baik."
sang istri yg menangis itu hanya menolehkan seorang bayi demam yg ia gendong.

"oh anakku..."

"maafin ayah....!! mungkin dg cara mencuri akan bisa membuatmu sembuh..."

seketika kaki maling itu terkait tali.

"berhasil....!!"

"GEDUBRAKKKK..."maling itu terjerat dan jatuh keras ketanah.

alhasil massa mengkroyok maling itu. hingga babak belur.

"anakku...maafin ayah..."rintihan hati maling itu.

3 remaja ini yg awalnya bersembunyi di balik semak semak. kemudian keluar dari semak semak.

"terima kasih...kalian anak anak yg hebat."kata salah satu orang yg tadi mengejar maling itu.

maling itu menatap tajam ke 3 remaja itu.

3 remaja itu pun menatap mata maling itu.

"nama ku Sony..aku akan membun...."
kata kata maling itu terputus karena muntah darah.

3 remaja itu jadi ngeri.

bersambung...