Selasa, 09 Juli 2013

LEE (part 8) kebakaran

Pak Lee meneruskan membaca tulisan yg ada di kertas..
"Bafam!!"

bafam mengangkat kepalanya.

"Anak yg biasa saja seperti pada umumnya.  Tak memiliki sesuatu yg menonjol pada dirinya"kata Pak Lee sambil membaca kertas.

"Hihihihi"Didin cekikikan menertawakan bafam..bafam jadi risih.

"Didin"

"ternyata anak dari  Yoshia. Hmmm...ayah mu itu mencalonkan diri menjadi kepala desa utk menggantikan posisiku."ucap Pak Lee.

"Hah? masa? ayah ku tak pernah cerita kepadaku.hufft"gumam Didin.
---
Suatu malam..Didin tengah berjalan santai bersama ayahnya,Yoshia.

"Apa kau tak suka ayah jadi kepala desa?"tanya Yoshia.

"Bukan begitu..hufft..hmmm..  kenapa tak bilang bilang padaku.?"tanya didin.

"Tadinya ayah akan membuat kejutan utk mu dan ibumu,bahwa aku dan keluarga ku ada lah keluarga yg menguasai desa ini."jawab Yosia merenggangkan tangan.

Didin agak risih dengan sikap ayahnya ini.

"Penguasa?"

baru di sadari terdapat kepulan asap kebakaran.. didin dan ayahnya segera berlari menuju sumber asap itu.

"Oh tidakk!!!"

rumah bafam kebakaran.
Dengan menangis histeris,bafam mencoba ingin menerobos api..ingin memasuki rumahnya yg terbakar.

Namun warga menahannya agar tidak nekat menerobos api.

"Ibu ku di dalaaaam...ayah ku jugaaaa...."rengek histeris bafam.

Didin menoleh ke suatu semak semak yg bergoyang-goyang.

"aneh"pikir didin .
---
"Sebaiknya ,kau tinggal dirumahku..anak malang.."seorang memberikan tangannya.
Isak tangis bafam pun reda..begitu pula apinya pun reda.

Bafam pun meraih tangan tadi.

"Terima kasih."

yg membawa bafam tidak lain adalah Pak Lee..sang kepala desa.

Bersambung...