Sebelumnya…di part 3
Lee pulih dari sakitnya. Sementara
pertemuan bafam dengan wanita
misterius gagal.
Sekarang
Part 4 (RAPAT)
Bafam segera duduk di kursi yg telah
di sediakan.
Semua tenang menatap bafam.
“Maaf saya telat.”bafam mulai
bicara.
Terdapat 8 org tetua disana dan
Didin. Jafi jumlah orang dlm
pertemuan ini 10 orang.
Tetua 1 mulai membahas pokok isi
dari pertemuan ini.
“Aku ingin bertanya,dan srpertinya
kau lebih tahu tentang Lee dan juga
Fai.. sebagai ayah asuh
mereka,apakah kau pernah
melakukan sesuatu yg tidak biasa
pada mereka..??”
Bafam: “aku hanya memberi makan”
“Memberi mereka tempat tidur dan
aku bertugas utk menjauhkan
mereka dari terlantar.”
Didin menatap sang tetua 1.
“Aku menganalisa bahwa mereka
akan menyalahkan Bafam.” Begitulah
kata batin Didin.
(Flashback)
Teringat ketika dahulu saat mulai
berkenalan dg Bafam. Saat itu baru
kelas 2 SMP.
Bafam:”Ticka?? Jadi ini yg namanya
Didin?
Didin:”aku mrngagumi prestasimu.”
Ticka:”wah kalian cocok kalau jadi
satu tim. Ayo bersalaman!!”
Didin dan Bafam pun bersalaman.
Ticka pun tersenyum senang.
(Flashback berakhir…)
Didin: “para hadirin,pekerjaan Bafam
sebagai penampung anak terlantar
ini cukup mulia jadi srpertinya
Bafam tak salah apa-apa.”
“Kuharap kau diam dulu Didin.”kata
tetua 2.
Didin: “ayah..!!”
Tetua 2 adalah ayahnya Didin.
Didin pun membisu.
“Sebenarnya ini adalah bagian
masalah pribadi mereka.Ini ada
sangkut pautnya dengan kematian
orang tua mereka. Tapi masih keliru
melihat mereka.
“Apa yg kau ketahui tentang 3 naga
dalam tubuh Lee.. sepaertinya kau
menyembunyikan sesuatu dari
kami.”kata tetua 3.
“Itu hanya gumpalan angin yg
berbentuk naga. Hmmm… angin itu
sadisnya bisa masuk ke dalam pori
pori kulit Fai hingga menembus
jantung dan paru-paru nya. Juga
alat pencernaannya pula.”kata
bafam.
“Ini sangat mengkhawatirkan.”
“Jika teman teman yg lain juga
merasakan kemarahan Lee..”
“Sepertinya ia mendapatkan itu
apakah dari orang tuanya secara
turun temurun.”kata tetua 2.
“Bisa jadi begitu.”respon tetua 3.
“Aku akan menjaganya agar ini tak
akan terulang lagi.”kata Bafam dg
pelan.
Tetua 4 mengacungkan tangan.
“Bagaimana kalau saja Lee kita
gunakan sebagai pasukan keamanan
desa.”
“Betul…selama ini bafam
merahasiakan kepada desa apa yg
ada pada diri Lee. Dan sekarang kita
mengajukan peran penting untuk
Lee.”kata tetua 5.
“Itu ide bagus.”respon tetua 1.
“Tapi….”bafam tak bisa bicara apa
apa lagi.
“Selama ini desa kita aman man
saja.. jadi tidak di perlukan.”kata
tetua 6.
“Coba kau pikir.. dg kasus ini bisa
aja Lee menjadi terkenal ke desa
desa lain. Dan pasti ada pihak pihak
yg mengincar apa yg ada di desa
kita.”kata Didin.
Tetua 7 dan 8.. hanya
memperhatikan pembicaraan ini.
“Ini serius!!!”tambah Didin menatap
curiga kepada tetua 7dan 8.
Bersambung…
Rabu, 26 Juni 2013
Lee (part 4) judul: rapat
Lee (part 3) judul: pulih
Sebelumnya…
Dalam bawah sadar,Lee bertemu
dengan ibunya yg sudah lama tiada.
Saat peristiwa itu berakhir…
Semua kembali hitam gelap.
Waktu itu pula lee merespon.
“Uhh…!!”
Sang suster terkejut senang dan
memanggil sang dokter.
Part 3
dalam gelap malam.Seorang wanita
misterius berjalan menuju bafam.
“Maaf aku terlambat dalam
pertemuan ini.”kata wanita misterius
itu.
“Aku kecewa padamu..!!” Jawab
bafam.
“Maaf. Tapi….”
Wanita misterius seperti merasakan
sesuatu.
“Aku harus pergi.. seseorang sedang
menuju ketempat ini.” Dg terburu
buru wanita misterius itu lenyap.
“Hufft…!!”
Dari jauh terlihat pria remaja yg
berlari menuju bafam.
Perlahan akhirnya sampai di
hadapan bafam.
“Namaku Sapar.. aku pesuruh pak
Didin.. aku hnya ingin
memberitahukan bahwa Kau di
undang dalam pertemuan para tetua
desa..pak bafam.”
“Kapan??!”tanya bafam.
“Sekarang!!”
___
Scene berpindah ke tempat depan
pintu ruangan dimana Lee di rawat.
“Ini keajaiban.” Kata dokter dg
girang.
“Detak jantungnya yg awalnya
lemah..sekarang kembali
normal.”tambahnya.
Kia dan Ida begitu gembira saat
mendengar kabar ini.
“Apa kita bisa masuk ke dalam?"
Bersambung..
Lee (part 2) judul: pertemuan
“Clkk”
Tetesan air jatuh pada air sehingga
menimbulkan gelombang.
Matahari mulai terbenam.
Pandangan begitu hitam gelap
“Lee..!! Kemari lah nak!!”suara
wanita.
“Siapakah?”tanya lee.
Perlahan timbul cahaya.. mulai
menyoroti dua insan ini.
Terlihat mereka seperti di dalam
goa.
Lee perlahan menatap wanita di
depannya.
“Siapa kah kau? Apa ku mengenal
mu?”
“Aku ibu mu nak!!”jawab wanita itu
tersenyum.
“Hah… ibu?? Kau tak berbohong
kan??”lee seolah olah tak percaya.
“Ibu kecewa pada mu..”
“Kenapa?? Hhhh… apa ibu tau apa
yg telah ku lakukan??”
“Aku tahu..karena aku selalu ada di
hatimu..dan aku selalu bersamamu
kemana pun kau pergi.”
“Hufft…maaf jika aku membuat ibu
kecewa..tapi aku hanya melakukan
perintah..”lee menundukkan kepala.
Sang ibu mendekat,kemudian
merangkul lee dengan kasih sayang.
“Jangan di ulangi lagi ya..nak..!!”
“Iya bu..aku janji..aku bahagia
sekali dalam pelukan ibu..”
Lee menitikan air mata.
“Ibu selalu menyayangi mu,Lee. Aku
selalu ada di hati mu.”
Sang ibu tersenyum..dengan jari
telunjuknya yg lembut,ia menghapus
air mata lee..
“Berapa umur mu nak??”
“19 tahun bu.”
“Wah ternyata anakku sudah besar..
jadi belajarlah untuk menjadi
dewasa.”
“Baik bu..”
Perlahan cahaya mulai redup.
Perlahan goa itu mulai gelap.
“Aku sayang ibu”
“Ingat ya! Aku selalu ada di dalan
hati mu”
Semua kembali hitam gelap..
“Uh”reaksi lee di ranjang Rumah
Sakit..meski mata masih
tertutup..dan masih tak bergerak.
Sang suster kaget gembira.
“Pasien telah memberi tanda..!!”
Sang dokter segera menghampiri
suster itu.
—
Di lain tempat.
“Apa pertemuan ini akan segera di
mulai?”tanya seorang tetua kepada
para tetua lainnya..
Terlihat terdapat ada 8orang yg
menGhadiri pertemuan ini.
“Sebentar pak.. kami masih
menunggu kehadiran bpk.Bafam.”
respon salah satu dari mereka.
—
Sementara di tempat lain..
Bafam terlihat sedang duduk
menunggu.
Tap… tap… tap…
Suara langkah kaki dari kegelapan
malam yg menuju ke tempat Bafam.
“Maaf jika aku membuat mu
menunggu lama.”suara wanita.
“Aku kecewa pada mu”jawab Bafam
dg singkat.
Bersambung...
Lee (part 1) judul: mati
Di tengah hijaunya hutan.. Suara
merdu burung begitu menghibur
naluri.
“srrrrrrhhhhhhh” sesuatu melintas
seketika.
“tap tap tap!!”suara langkah lari.
“kita harus cepat!” seorang pria
dewasa memperingati orang di
sekitarnya.
“aku lelah om bafam!!”respon
seorang anak remaja wanita di
belakang yg terus mngikuti.
“Ida,..!!”
“Kalau begitu kita istirahat dulu om
bafam.”kata sang remaja pria.
“apa kita bertiga akan membiarkan
sesuatu yg buruk pada teman
kalian.!!”kata bafam.
“Ida..!! Kia..!! Kalian istirahat saja di
sini. Biar aku saja yg melanjutkan
ini.”kata bafam kemudian berlari
begitu saja.
Tinggallah ida dan kia.
“kia..!!”panggil ida.
“ya? Kenapa?”
“pernah kah kau membayangkan Lee
dg Fai saling menyerang?”
“hmm..tidak.. Aku pun tak pernah
menyangka akan terjadi seperti
ini.”jawab kia.
Terdengar gemuruh dari ujung
hutan.
“GRRROOOOOAAAHHHHH”
“Itu pasti Lee” pikir bafam yg terus
berlari.
—
“Grrrrrrr…..Kakak…!! AKU BEMCI
KAMUUU..!!!”teriak sesosok manusia
yg di selimuti cahaya putih.
“Lee..!! Aku… Hmm..”seorang pria
remaja kehabisan kata katanya.
Perlahan cahaya yg menyelimuti
tubuh lee membentuk 3 kepala
naga.
Lantas pria remaja itu terkejut.
“naga??”pikirnya.
“kakak Fai…!!! AKU MEMBENCIMUUU”
Lee melempar 3 naga itu ke arah
Fai.
Akhirnya bafam menemui titik akhir.
Dan tiba di tempat tujuan.
Matanya melotot.
“aku tak percaya ini.”
Di hadapannya..3 sosok naga putih
yg keluar dari tubuh Lee menyerang
ke arah Fai.
Whoooouussss Whooosssss
Whhooooossssss
“Aku rela kalau ini waktunya ajalku.”
“LEE…….
HENTIKAAAAAAAAAAAN…..!!!”jerit
bafam.. Namun terlanjur 3 naga itu
menembus tubuh Fai.
Fai terkulai.. Menatap langit biru.
“Benar!! Ini ajalku..”
“Lee..adikku..”
“aku akan selalu menyayangi mu.”
“Bruuukkkk” tubuh Fai ambruk ke
tanah hingga menghasilkan kepulan.
“F…f…fai..!!” air mata bafam
mengalir jatuh ke tanah yg kering.
“uhukkk..!!”Lee batuk darah..tubuh
Lee melemah dan kemudian ambruk
pula.
Kia dan Ida tiba menyusul. Mereka
terkejut.
“Lee..Fai..”Ida menitikkan air mata.
“Ini salahku.”
—
“hikk hikkk…” Ida mengusap nisan
Fai.
Bafam dan kia serta merta membaca
do’a.
“Ini salahku.”
“Rencana kita gagal”
“Fai adalah teman
baikku..selamanya.”desak Kia.
—
Sementara itu Lee terbaring di
rumah sakit.
Seorang pria dewasa tengah
menjaganya.
“Hmm…sampai separah ini… Tak ku
sangka.”benaknya.
“tolong kabarkan ini kepada bafam
bahwa harus mengadakan
pertemuan lagi utk
memusyawarahkan ini.”
“hmm..baiklah Kak Didin.”jawab
seorang pendamping..kemudian
pergi.
Bersambung…